Al Abidin

TKII AL aBIDIN

SDII Al Abidin

SMPI Al Abidin

SMA ABBS Surakarta

S

c

h

o

o

l

s

Contact SMPI Alabidin :+(0271) 7651873

Karakter dan akhlak yang lebih utama

27 Februari 2017 Written by

Ketika menyekolahkan anak, harapan mayoritas orang tua adalah bahwa anaknya bisa menyerap pelajaran dengan baik, mendapatkan nilai terbaik dan diterima di sekolah atau perguruan tinggi favorit sehingga kelak anak-anak mereka nanti mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi dan orang-orang di sekitarnya akan melabeli mereka dengan kata sukses. Tentu itu juga tidak salah, tapi ternyata banyak faktor yang lebih dominan mempengaruhi kesuksesan seseorang daripada sekedar hal-hal di atas. Hasil penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D mungkin akan mengubah apa yang anda pikirkan.

Penelitian beliau menunjukkan bahwa dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya di urutan ke-21, bersekolah di sekolah favorit di urutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor sukses no. 30. Sehingga akan muncul dibenak kita, kira-kira faktor apa saja yang menghuni sepuluh besar. Silahkan Anda renungkan kembali apa yang Anda percayai setelah membaca 10 urutan di bawah ini :
1. Jujur.
2. Disiplin.
3. Gaul (good interpersonal skill).
4. Dukungan dari pasangan hidup.
5. Bekerja lebih keras dari yang lain.
6. Mencintai apa yang dikerjakan.
7. Kepemimpinan yang baik dan kuat (good & strong leadership)
8. Semangat dan berkepribadian kompetitif.
9. Pengelolaan Kehidupan yang baik (good life management).
10. Kemampuan menjual gagasan dan produk
   (Abilty to sell idea or product).

Jika diringkas 10 faktor tersebut akan berkutat pada pembentukan mental dan karakter  dan itu mutlak harus dimiliki terlebih dahulu daripada sekedar intelegensia jika kita menginginkan anak-anak kita sukses di masa yang akan datang. Sehingga seluruh pemangku kepentingan, terutama sekolah, harus memprioritaskan pembentukan mental dan karakter melebihi sisi-sisi kognitif.

PANGLIMA BESAR JENDERAL SUDIRMAN TERNYATA PAKAI JIMAT
Sumber : Habib Fahmi bin Yahya

(Jenderal Sudirman BELUM PERNAH Ditangkap Penjajah Belanda & PKI Karena Pakai 'Jimat')

Pemerhati Komunisme, KH Muh Jazir mengungkapkan bahwa diantara para pejuang dan pahlawan nasional yang belum pernah ditangkap oleh penjajah Belanda, Inggris dan juga PKI atau kelompok Komunis pada zaman revolusioner adalah Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Bahkan beberapa kali para petinggi penjajah Belanda, Inggris dan juga PKI mengeluarkan keputusan dan mengerahkan pasukan untuk menangkap Jenderal Sudirman hingga terkepung, mereka tidak juga bisa menangkap Jenderal Sudirman.

Hal ini dikatakan KH Jazir saat menjadi pemateri dalam tabligh akbar “Mencerdaskan Umat dari Bahaya Komunis” di Masjid Jami’ Wedi Klaten pada Ahad (31/5/2015) malam.

Dengan fenomena tersebut, orang-orang yang memanggul Jenderal Sudirman, seperti Suparjo Rustam, Tjokro Pranolo sampai kaget dan terheran-heran. Sebab, pada saat itu Jenderal Sudirman sedang dalam kondisi sakit.

“Bahkan pada waktu Jenderal Sudirman dikepung oleh tentara Inggris di sekitar Jambu (Temanggung –red) dan Ambarawa (Magelang –red), di situ kan ada sebuah pegunungan dan Jenderal Sudirman beserta pasukannya ada di tengah-tengah, tapi nyatanya Jenderal Sudirman bisa lolos dari pengepungan,” ungkap KH Jazir.

Aktivis senior di Kota Yogyakarta (Jogja) ini menambahkan, hingga pada suatu saat, para pejuang yang setia mendampingi Jenderal Sudirman dan yang memanggung pria yang disebut oleh pasukannya dengan nama “Mas Kyai” itu bertanya, “jimat” apa yang dipakai oleh Jenderal Sudirman.

“Bahkan sampai herannya, Suparjo Roestam dan yang lainnya yang memanggul Jenderal Sudirman ini bertanya, "Sebenarnya jimat apa yang dipakai Mas Kyai ini sehingga selalu lolos dan tidak bisa ditangkap oleh Belanda dan PKI?"

Lalu dengan senyum kecil, Jenderal Sudirman menjawab, iya, saya memang pakai jimat,” ujarnya.

“Dan jimat saya yang pertama adalah, SAYA BERPERANG SELALU DALAM KONDISI BERWUDHU".

Jadi yang pertama Jenderal Sudirman itu selalu bersuci sebelum memulai peperangan. Makanya, kalau kita menyusuri jejak perjuangan dan pemberhentian pasukan Jenderal Sudirman, di situ kita akan mendapati adanya sebuah
PADASAN (semacam gentong atau tempat air yang terbuat dari tanah liat –red), dan padasan itu fungsinya adalah untuk berwudhu Jenderal Sudirman,” jelas KH Jazir.

“Kemudian yang kedua, jimatku adalah SELALU SHALAT DI AWAL WAKTU".

"Jadi dalam kondisi apapun, meskipun sedang pecah perang, Jenderal Sudirman tidak pernah meninggalkan sholat wajib diawal waktu,” imbuhnya.

Dan yang ketiga, jimatku adalah "AKU MENCINTAI RAKYATKU SEPENUH HATIKU".

"Bahkan jika Jenderal Sudirman membawa perbekalan makanan disaat perang, lalu singgah di suatu tempat, maka para pasukannya itu disuruh memberikan makanan itu kepada warga terlebih dahulu,” ucapnya.

Itulah 'jimat' Panglima Besar Jendral Sudirman. Tokoh yg tawadhu' (rendah hati), gigih & pantang menyerah dalam menjaga NKRI.

(1). Selalu dalam keadaan berwudhu,
(2). Shalat di awal waktu dan
(3). Mencintai rakyat tanpa pamrih sepenuh hati.

MasyaAllah...
Semoga bermanfa'at.

Jangan Menunggu

09 Juni 2015 Written by

JANGAN MENUNGGU - Kita telah mengetahui bahwa kesuksesan seseorang itu tergantung dari pilihan yang diambil di setiap saat. Ketika kita dihadapkan hal2 yang baik dan memberi manfaat, kita tidak perlu berpikir panjang respon kita otomatis siap laksanakan sekarang, itu pertanda bahwa kita termasuk orang2 yang sukses. Sebaliknya ketika kita pikir2 dan timbang2 nanti pasti berujung pada ketakutan was2 kekhawatiran adanya kendala yang besar, dan akhirnya tak ada satupun kebaikan yang dapat kita lakukan. Dan itu artinya kita akan menjadi orang yang GAGAL. Maka ketika ada pertanyaan Now or Never? Kita pasti menjawab Now. Itu pertanda bahwa kita termasuk orang2 yang SUKSES. Berikut beberapa hal diantaranya yang harus kita jawab Now. Dengan kata lain jangan menunggu. Atau jangan menunda sedikitpun terhadap kebaikan.
13 kata “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari:
1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan …. 5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orangitu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu. 12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
13. Jangan menunggu waktu luang tuk beribadah dan bertaubat Tapi luangkan waktu tuk beribadah dan bertaubat. Dan… Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang anda kenal… Sehingga kita semua tersadar …