Sempat teringat dengan film-film kungfu masa lalu. Ada sebuah film (saya lupa judulnya) menayangkan sebuah episode kehidupan remaja desa di Cina yang dihadapkan dengan beberapa pilihan menyongsong masa dewasanya; pilihan pertama, mereka tetap tinggal di desa mewarisi ternak dan ladang orang tua. Kedua, pergi ke kota berdagang atau menjadi pekerja kasar atau pilihan yang ketiga, pergi mengembara dari gunung satu ke gunung yang lain mencari perguruan silat untuk menempa mental, jiwa dan fisik mereka. Tentu mengambil pilihan ketiga lebih banyak resikonya; ketemu perampok dijadikan budak, bertemu dengan binatang buas, tersesat, kehabisan bekal di perjalanan, belum tentu diterima di perguruan yang dituju dan banyak yang akhirnya menyerah kembali ke desa. Tapi, bagi yang bertahan, mereka akan mendapatkan perguruan silat dan belajar bersungguh-sungguh sehingga mendapatkan gelar pendekar dengan menguasai keahlian dan kecakapan tertentu. Dan mereka akan turun gunung membawa keahlian mereka untuk ‘survive” dan berjaya di kehidupan dewasanya.

Malam ini melihat wajah-wajah siswa Boarding Putra¬†Smp Islam Al Abidinyang penuh kecerian dan semangat. Mereka datang dari penjuru daerah, dari yang terdekat Solo Raya sampai yang terjauh Palembang dan Merauke. Semoga kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, kapabel, berkarakter dan tentu saja sholih serta menjadi ‘pendekar-pendekar’ di bidang mereka masing-masing.