Debat sering dimaknai dengan aktivitas saling menyampaikan pendapat di ruang tertentu yang tujuannya adalah mendapatkan kemenangan argumen. Debat secara umum sering juga berakhir dengan efek-efek lain seperti saling mencerca, ingin menang sendiri, tidak saling menghargai, bahkan yang lebih parah sampai memutuskan silaturahmi. Dan Islam menyeru kita untuk menghindari perdepatan tanpa ada ujung pangkal dan kemaslahatannya. 
Umar Bin Khattab berkata :

لا يجد عبد حقيقة الإيمان حتى يدع المراء وهو محق ويدع الكذب في المزاح وهو يرى أنه لو شاء لغلب

“Seseorang tidak akan merasakan hakikat iman sampai ia mampu meninggalkan perdebatan yang berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran, dan meninggalkan berbohong meskipun hanya bercanda padahal ia tahu seandainya ia mau ia pasti menang dalam perdebatan itu”

Pagi ini siswa Smp Islam Al Abidin mendapatkan pembelajaran dalam rangka debat calon ketua Osis 2017/2018. Sebelum debat dimulai,  moderator menyampaikan apa itu definisi dan esensi dari debat itu. Bahwa debat adalah bagian dari diskusi untuk mempertemukan gagasan,  ide atau pendapat yang berbeda.  Sehingga muncul gagasan dan ide baru yang lebih matang,  baik dan berterima untuk semua pihak. Dalam konteks debat calon ketua osis kali ini, panitia pemilihan memberikan ruang kepada seluruh kandidat untuk menyampaikan visi,  ide dan gagasan yang tersusun dalam program kerja mereka. Selain itu,  debat kali ini juga untuk memberikan bahan pertimbangan bagi calon pemilih untuk menentukan calon yang terbaik menurut mereka. 
Dan ini adalah miniatur kepemimpinan yang akan menjadi bagian utama dalam pembangunan