Islam mengajarkan kita untuk memilih pemimpin yang baik. Jangankan dalam urusan bernegara atau organisasi. Dalam melakukan ‘safar’pun,  kita harus menunjuk seorang ketua atau koordinator selama melakukan ‘safar’. Tentu saja,  pemimpin yang ditunjuk adalah orang yang mempunyai akhlak paling baik, paling dekat dengan teman-temannya, paling dapat mengutamakan kepentingan orang lain (tidak egois) dan senantiasa mencari kesepakatan rombongan (musyawarah).
Sebagai sebuah organisasi,  OSIS mempunyai peran dan tanggung jawab melaksanakan program-program pemberdayaan siswa. Sehingga reorganisasi secara berkala perlu dilakukan untuk membelajarkan kepemimpinan kepada lebih banyak siswa.  
Dan mulai saat ini,  OSIS melaksanakan program kaderisasi yaitu menyiapkan pimpinan OSIS masa khidmat selanjutnya. Sebelum pemilihan, digelar sosialisasi untuk menjaring minat siswa mendaftar sebagai calon ketua maupun pengurus.  Setelah itu ada ‘fit and proper test’ untuk menilai modal dasar calon sebagai pemimpin. 
Setelah proses seleksi dan mendefinitifkan calon ketua,  diselenggarakan Pemilihan Ketua Osis (PAKIS)  2016/2017 dengan sistem Langsung,  Umum,  Bebas dan Rahasia (LUBER). Penghitungan suara dilaksanakan secara langsung dan terbuka untuk mengetahui Ketua Osis terpilih.  
Kemudian,  ketua osis terpilih,  ketua osis demisioner dan beberapa dewan pengurus serta didampingi perwakilan dewan guru membentuk formatur untuk merumuskan struktur organisasi, internalisasi visi dan misi kepada ketua dan pengurus baru, penyusunan program kerja dan persiapan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Setelah semuanya ‘fix’ dilakukan pelantikan kepengurusan baru dan serah terima jabatan dari kepengurusan lama dan mereka sudah bisa secara resmi melaksanakan masa khidmatnya untuk kemaslahatan semua,  khususnya siswa.

———
pemilihan Ketua OSIS dijadikan ajang untuk menyemai bakat-bakat yang secara fitrah melekat di setiap manusia sebagai khalifah di muka bumi.  Sehingga kedepan mereka tidak hanya bisa memimpin tapi juga bisa memilih pimipin yang baik.