Gagal merencanakan sama saja merencanakan kegagalan adalah adagium untuk menegaskan betapa pentingnya perencanaan.  Perencanaan membuat aktivitas menjadi lebih siap, terarah dan fokus pada tujuan. Dalam pembelajaran perencanaan adalah hal yang paling penting untuk dibuat. Ketika guru mengajar sudah ada gambaran jelas tentang tujuan pembelajaran,  kegiatan pembelajaran dan bagaimana akan menilai hasil belajar peserta didik sehingga tujuan instruksional bisa tercapai sesuai dengan harapan. 

Kompetensi profesional dan pedagogik adalah dua dari empat kompetensi yang harus dikuasai guru.  Dalam kompetensi tersebut guru dituntut memenuhi standar-standar minimal dalam mengajar seperti membuat perangkat pembelajaran, menyediakan media pembelajaran yang relevan, menggunakan pendekatan,  metode dan teknik yang tepat serta menguasai kelas dan peserta didik. 
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan guru dalam meningkatkan kompetensi mengajar mereka, bertempat di aula SMP Islam Al Abidin , pada hari Rabu,  21 Desember 2016 diadakan workshop awal semester 2 yang bertajuk Lesson Plan Workshop; teoritical and practices.  Pada kesempatan ini mengundang seorang akademisi dari UMS,  Mauly Halwat Hikmat,  Ph.D sebagai pembicara tunggal.  Pembicara berkali-kali menekankan pentingnya membuat perencanaan pembelajaran sebagai prasyarat dalam mengajar. 
Mrs.  Mauly menyampaikan, dalam mempersiapkan perencanaan pembelajaran ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti; 
1. Hasil belajar yang diharapkan. 
2. Alokasi waktu yang dibutuhkan. 
3. Jumlah siswa yang mengikuti KBM. 
4. Prasyarat yang harus dipenuhi siswa sebelum mempelajari materi tertentu. 
5. Media dan alat bantu belajar yang dibutuhkan. 
6. Urutan-urutan dalam menyampaikan materi. 
7. Menentukan pendekatan,  metode dan teknik yang tepat. 
Perencanaan pembelajaran yang baik harus mencakup tiga komponen kunci seperti tujuan pembelajaran,  kegiatan belajar mengajar dan penilaian hasil belajar.  Ketiga-tiganya harus berkaitan satu sama lain sehingga kegiatan belajar mengajar dan penilaian hasil belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah pembelajaran. 
1. Tujuan Pembelajaran
Tujuan menentukan akan dibawa kemana pembelajaran dan seberapa peningkatan yang diinginkan. Tujuan pembelajaran membantu guru dan peserta didik fokus dan mengambil prioritas dalam pembelajaran,  menunjukan kepada peserta didik sikap apa yang diharapkan dalam pembelajaran,  membuat penilaian hasil belajar,  serta menujukkan seperti apa pengetahuan dan keterampilan yang akan dikuasai peserta didik. 
Tujuan pembelajaran yang baik adalah harus fokus pada peserta didik dan hasil belajar,  mewakili visi dan misi sekolah,  fokus pada keterampilan dan kemapuan yang diharapkan, bisa diukur dengan perangkat evaluasi serta harus mencakup domain kognitif (pengetahuan), psikomotorik (keterampilan) dan afektif (sikap). 
2. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran adalah dimana guru melakukan aktifitas mengajar dan siswa melakukan aktivitas belajar di ruang dan waktu tertentu.  Setiap kegiatan ini mencakup tiga sesi yaitu pembuka,  kegiatan inti dan penutup.  
Dalam kegiatan pembuka guru harus merencanakan apersepsi dan motivasi apa yang akan diberikan ke peserta didik sehingga mereka terkondisikan dan siap dalam mengikuti kegiatan inti pembelajaran. 
Kegiatan inti mencakup materi pembelajaran yang diajarkan dengan pendekatan,  metode dan teknik tertentu. Disini guru perlu merancang bentuk keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran sehingga pusat dalam kegiatan inti adalah siswa dan guru hanya sebagai fasilitator. Dan sesi ini yang menghabiskan lebih banyak alokasi waktu dibanding sesi yang lain. 
Kegiatan penutup digunakan guru dan siswa untuk melakukan review,  pemberian tugas,  evaluasi kbm dan pemberian kesan terhadap materi yang telah dipelajari. 
3. Penilaian Hasil Belajar
Penilaian ditujukan untuk mengukur seberapa jauh capaian siswa dalam pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Ini juga sebagai menjadi bukti bahwa siswa telah mengikuti serangkaian langkah pembelajaran sehingga mencapai tujuan yang diharapkan. Lesson plan yang baik harus mencakup rencana penilaian dalam beberapa bentuk seperti penugasan,  pekerjaan rumah,  test tertulis maupun lisan dan kriteria skoring. Sehingga penilaian hasil belajar ini bisa digunakan guru untuk refleksi,  pemberian remidial teaching or test kepada siswa dan melaporkan capaian-capaian siswa dalam pembelajaran.

Setelah penyampaian materi yang memakan waktu sekitar 2 jam,  peserta workshop dipecah ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan workshop pembuatan model rencana pembelajaran yang baik.  Setiap kelompok dipandu oleh seorang moderator yang menjadi fasilitator dalam diskusi.  Setelah selesai,  setiap peserta mempresentasikan perencanaan pembelajarannya di depan kelompok dan kemudian dievaluasi secara bersama-sama dalam kelompok tersebut. 

Pelatihan ini diharapkan langsung bisa dipraktikan oleh semua guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran semester 2 mendatang lebih baik lagi.