Salah satu kebutuhan utama masyarakat modern adalah listrik.  Dengan aliran listrik segala kebutuhan hidup menjadi lebih ringan dan mudah,  mulai dari menyimpan dan memasak makanan,  alat-alat elektronik rumah tangga,  ‘gadget’,  alat penerangan,  serta kendaraan sudah mulai menggunakan energi listrik. Ilmu dasar tentang kelistrikan harus dikuasai setiap orang sehingga bisa meminimalisir dampak/efek yang ditimbulkan karena ‘installation fault’ atau ‘short-circuited’ yang bisa menyebabkan kebakaran,  ledakan atau efek bahaya yang lain. 
Dalam pembelajaran Fisika siswa diharapkan mengetahui prinsip dasar pengukuran arus,  tegangan dan cara penggunaan alat ukur listrik dengan bereksperimen menggunakan alat ukur seperti voltmeter dan amperemeter.  
Dari uji coba tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa:
1. Untuk mengukur arus listrik digunakan amperemeter yang dalam penggunaannya harus dihubungkan secara seri dengan hambatan. 
2. Untuk mengukur tegangan listrik digunakan voltmeter yang dalam penggunaanya harus. dihubungkan secara pararel dengan hambatan. 
3. Nilai arus akan sama pada semua hambatan jika rangkaian dipasang secara seri. 
4. Nilai tegangan akan sama pada semua hambatan jika rangkaian dipasang secara pararel.

‘Outcome’ dari setiap pembelajaran bukan hanya sekedar pengetahuan saja,  tapi juga harus menyentuh aspek keterampilan.  Siswa tidak hanya tahu apa,  tapi juga bisa apa.