Sejak gawai menjadi gaya hidup remaja zaman sekarang, tampaknya pola komunikasi tulisan cukup mengalami distorsi. Tulisan yang merupakan bentuk ekspresi dari ide, gagasan dan penyampain pesan sudah mulai digantikan dengan pola komunikasi tanpa makna, penuh keluh kesah, bahasa lebai dan minim kesan dan pesan kebaikan di dalamnya. 

Tugas kita sebagai pendidik di zaman ‘millenials’ ini adalah memperbaiki pola komunikasi tersebut. Dengan media apapun, harusnya ide, gagasan, dan pesan disampaikan dengan bahasa yang baik, bermakna dan menepati kaidah-kaidah tertentu. 

Sejumlah siswa Smp Islam Al Abidin sedang mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bp. Muhajir Effendi, dalam rangka mengikuti sayembara penulisan dengan tema ‘membaca dan menulis adalah kunci menguasai dunia’.

Semoga dengan sering diselenggrakannya kegiatan-kegiatan seperti ini, semakin menumbuhkan budaya literasi generasi bangsa Indonesia.